gravatar

Bukaretsleting, Berani (Buang) Malu Ala Indonesia


Beberapa waktu lalu aku tidak sengaja 'nyasar' ke sebuah situs, yg namanya ada di judul artikel ini, http://bukaretsleting.blogspot.com/. Tidak butuh waktu lama bagiku untuk membuatku terbahak-bahak usai membaca isinya, walau sekilas.

Apa pasal?

Pengelola situs ini, Andri Perdana Ilham, telah memperlihatkan kepada banyak orang bahwa dirinya punya keberanian yg begitu besar (atau malah ga punya rasa malu?). Bagaimana tidak? Dia telah mengajukan beberapa tantangan, meminta para pengunjung blog untuk memilih, dan akhirnya dia akan MELAKUKAN apa telah dipilih dengan suara terbanyak.

Toh dari sekian kegokilannya, ada juga aksinya yg patut dicontoh. Setidaknya, buatku itu menunjukkan dia BERANI dan PUNYA HATI, yakni ngamen di jalanan bersama pengamen jalanan.

Karena aksinya ini, Andri bahkan sempat diwawancara di radio!

Moral story:
- ingin beken?gampang aja kok!jadi orang yg ga punya malu. mirip2 ama Evan Brimob lah,xixxixi..
- terdapat perbedaan mendasar antara keberanian yg tinggi (besar) dan ga punya malu

gravatar

Palembang, Sungai Musi Dan Jembatan Ampera


Sekitar 10 hari lalu, aku berkunjung ke Palembang, masih dalam rangka kunjungan kerja (baca: Perjalanan Menuju Surabaya). Ini adalah kali pertama aku menginjakkan kaki di daratan Andalas. Jelas ini adalah suatu hal yg begitu aku nanti2kan.

Hanya saja, perjalanan menuju Palembang tidaklah cukup menyenangkan. Penyebabnya adalah proses mendaratnya Singa Udara yg begitu 'kasar', sehingga pesawat sempat terguncang-guncang. Beberapa penumpang sempat menjerit tertahan ketika badan pesawat 'membal' karena landing yg tidak sempurna.

Untunglah, alhamdulillah, akhirnya kami bisa mendarat dan turun dari pesawat dengan selamat, sehingga kami pun segera bergegas. Aku sempat mengontak Ardy, seorang teman (blogger, plurker, dan twitter) yg berdomisili di Palembang. Aku mendapat bantuan Ardy untuk mencapai hotel. Setelah cek in dan mandi, aku ditemani Ardy melakukan wisata kuliner dan jalan2 keliling kota Palembang.

Seperti biasa, artikel kuliner aku pisahkan untuk cerita berikutnya. Kali ini aku akan bercerita jalan2 mengunjungi sungai Musi, jembatan Ampera, Benteng Koto Besar, tempat2 nongkrong di Palembang. Beberapa foto berhasil aku dapatkan, terutama untuk pemandangan sungai Musi, jembatan Ampera, dan Benteng Koto Besar seperti di bawah ini.


Tidak banyak yg bisa aku ucapkan untuk sungai Musi dan jembatan Ampera, selain ruaaarrrr biasaaaa...!! Aku benar2 memuaskan keinginanku untuk bisa melihat dan memandang sungai Musi dan jembatan Ampera dari dekat, karena aku sudah ingin melihat jembatan Ampera sejak 25 tahun lalu! Dan alhamdulillah, akhirnya, kesampaian juga!

Sayangnya sungai Musi sudah cukup tercemar, sehingga mengurangi kenyamanan untuk menikmati keindahan sungai ini. Akibatnya aku mengurungkan niat untuk jalan2/wisata sungai, padahal aku benar2 pengen mengarungi sungai Musi lhooo...!! Barangkali pemerintah Palembang bisa berencana memulai membersihkan sungai Musi untuk meningkatkan daya tarik pariwisata.

Moral story:
- Indonesia mempunyai kekayaan alam (termasuk keindahan sungai) yang begitu menjanjikan untuk menarik turis datang
- sayangnya bangsa Indonesia masih banyak yg tidak menjaga dengan baik kekayaan ini
- polusi air mengurangi minat wisata
- singa udara selalu terlambat deh! kali ini 1 jam (saat pergi ke Palembang, dan kembali ke Jakarta)

gravatar

Aksi 'Buaya Muda'


Tadi pagi aku dapat artikel tentang kisah seorang 'buaya muda' bernama Evan (belakangan dikenal sbg Evan Brimob). Dia seorang anggota Brimob, yg menulis di Facebooknya, tentang sesuatu hal yg membuat emosi banyak orang terbakar.

Anda bisa lihat tulisannya di atas. Ndak heran banyak yg marah2 toh?dzigh

Foto diambil dari sini, tanpa ijin.siyul2

Isunya sih, FB ybs sudah dihapus. Bahkan hal ini sampai menggegerkan buku tamu Polri.

Moral story:
- hati2 kalo nulis
- darah muda cenderung memang emosional

gravatar

Rekaman Penyadapan Anggodo Oleh KPK


Sejak beberapa waktu belakangan ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan adanya berita bahwa KPK telah berhasil menyadap sejumlah pembicaraan penting, terutama yang terkait dengan kasus Bank Century. Dan hari Selasa kemarin, akhirnya digelarlah sidang di MK untuk mendengar isi dari pembicaraan tersebut.

Sebagaimana diketahui bersama, tokoh yg berada di balik pembicaraan itu adalah Anggodo, yg notabene adalah adik dari Anggoro, yg menjadi tersangka kasus Masaro. Dalam pembicaraan tersebut, terungkap banyak nama pejabat penting di Indonesia, yg diindikasi terlibat (langsung atau tidak langsung), bahkan RI 1 (SBY) juga disebut.geleng2...

Para pejabat yg sempat disebut adalah Susno (Truno 3), Wisnu (Jaksa Intel) dan masih banyak lagi.

Bah, benar2 sudah kaco balow hukum di Indonesia!halah..

Jika anda tertarik mendengarkan rekamannya, silakan menuju tautan2 berikut:

Foto dari Kompas.

Rekaman juga bisa didapat di sini.

Moral story:
- cicak vs buaya menghiasi media Indonesia belakangan ini
- pejabat2 Indonesia kurang ajar banget korup!
- pengusaha2 hitam Indonesia benar2 lihai dan menguasai tokoh2 penting!

gravatar

Radja Ketjil, Nikmati Menu Peranakan!


Radja Ketjil, nama tempat makan yg aneh sebenarnya. Aku beberapa kali melewati tempat makan ini, namun belum sempat mencoba hingga beberapa waktu yg lalu. Saat kami berdua masuk ke restoran Radja Ketjil di kawasan Tebet ini, aku serasa dibawa ke jaman dahulu. Hal ini bisa dimaklumi, karena setting dan tata letak serta tampilannya yang begitu ‘jadul’ (jaman dulu). Terlebih karena begitu banyak barang-barang ‘kuno’ seperti radio kuno, lalu ada rantang-rantang, plus petromax yang terpasang di sudut ruangan.

Saat kami melihat menunya, ternyata Radja Ketjil menyediakan menu-menu peranakan (Cina) dengan nama-nama yang sangat lucu dan ‘mengejutkan’. Beberapa nama menu yang cukup lucu adalah “Gado-gado Ibu Suri”, “Tauge Ikan Pengen Kawin”, dan “Cumi Nona Minta Kawin”.

Dari sekian banyak menu yang tersaji, kami mencoba beberapa menu sekaligus, yakni “Sup Radja-radja”, “Nasi Goreng 7 Samudera”, dan “Gohyong Wan Char Lee”.

Sup Radja-radja mungkin tidak terlihat menarik, tapi sebenarnya rasanya cukup enak, karena dibuat dari kepiting. Sementara untuk Gohyong sebenarnya mirip dengan salah satu menu di restoran saji Jepang, jika tidak salah Kani Roll.

Untuk makan di Radja Ketjil, intinya JANGAN TERBURU-BURU. Sebaiknya anda nikmati suap demi suap makanan yang dimakan, terutama untuk Sup Radja-radja.

Aku tidak merekomendasikan anda untuk memesan Es Dungdung, karena porsinya terlalu kecil untuk menu seharga Rp 12 ribu. Padahal, jika aku perhatikan Es Dungdung ini sebenarnya sama dengan es yang biasa dijual di komplek Sekolah Dasar (paling-paling hanya Rp 1.000-2.000 saja).

Toh harga yang dikeluarkan, menurut kami, rasanya sepadan, terutama bagi yang ingin menikmati suasana jaman dulu serta rasa masakan yang disantap.

Jika aku boleh sarankan, menu gurame nampaknya cukup layak untuk dicoba. Hanya saja, sebaiknya menu gurame ini dimakan ramai-ramai, karena porsinya yang cukup besar. Aku tidak memesan menu ini karena takut tidak habis jika dimakan hanya berdua.

Selamat berkunjung dan menikmati!

Foto2 lainnya bisa dilihat di sini.

Moral story:
- isunya tempat makan ini milik Tika Panggabean
- cocok buat tempat nego bisnis, pertemuan keluarga (saat kami makan, ada yg merayakan ulang tahun)
- (mungkin) jika memesan, bisa minta rincian dari menu kepada pelayan, daripada menyesal (karena terlalu mahal dan ndak sebanding)